Sarana Promosi dan Permodalan di Keluhkan Pengusaha Ikan Hias Kota Bekasi

PILAR BEKASI.COM (Bekasi Selatan) – Berbagai permasalahan pengembangan potensi ikan hias terutama jenis air tawar belum terurai untuk menjadikan Kota Bekasi sebagai eksportir terbesar di Indinesia. Permasalahan tersebut antara lain tantangan pelaku UKM (usaha kecil menengah) menghadapi beberapa masalah klasik.

Untuk mengurai permasalahan tersebut pengusaha ikan hias berdomisili dikota bekasi yang tergabung dalam Asosiasi Ikan Hias Kota Bekasi temui Wali Kota Bekasi DR. Rahmat Effendi untuk mengurai permasalahan mereka, Rabu malam,(18/5/2017).

Asosiasi yang membawa 200 pengusaha ikan hias tersbut diterima langsung oleh Wali Kota Bekasi di Pendopo WaliKota di dampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Momon Sulaeman dan Direktur Bank Syariah Patriot milik Pemerintah Kota Bekasi.

Ketua Asosiasi Ikan Hias Atep mengatakan dahulu Kota Bekasi adalah penyuplai ikan hias terbesar yang jangkauan eksportnya mulai dari singapura, jepang, Tiongkok hingga ke beberapa negara eropa.

Seiring perkembangan jaman dan banyak beralih fungsinya lahan sehingga berimbas kepada pembudi daya  yang beralih profesi, secara otomotis suplai ikan begeser ke wilayah bogor tepatnya di daerah parung, ucapnya.

Ia juga menjelaskan, pada tahun 1990 Kota Bekasi merupakan kota penbudi daya ikan hias terbesar dengan untuk jangkauan eksport yang tak duragukan lagi kualitasnya. ” Selama ini para penbudi daya hanya mendapatkan pelatihan dan pelatihan titik permasalahannya bukan disini pak, ” ujar Ali anwar pemerhati pengusaha ikan hias.

Ali menambah kan pola pengembangan untuk menjadikan mereka termotivasi kembali adalah dengan pemberian modal dengan bunga yang rendah dan area promosi yang layak.

Kota Bekasi, tambahnya, harus memiliki balai benih untuk memastikan kepada eksportir bahwa ikan hias yang dibesarkan oleh peternak sudah kualitas eksport. Menjaga kestabilan stock pakan ikan hias juga diperlukan, dengan keterbatasan lahan sehingga mereka sulit mencari pakan yang berupa cacing sutra.

Suryadi salah satu peternak yang berdomili di bekasi timur menuturkan Pemkot harusnya mempunyai lahan untuk menyimpan stock ikan untuk para pen budi daya, hal ini untuk menjaga harga pasar ikan hias sehingga para pengusaha tidak mengalami kerugian disaat harga ikan tersebut mengalami penurunan.

” Pak wali kita juga mau kalo dikasi kartu sehat kan kita juga warga bekasi, ” tuturnya.

Wali Kota Bekasi mengatakan bahwa para aparatur pemerintah harusnya berfikir komprehensif. Kita sudah memiliki bank syariah yang dapat memberi pinjaman kepada UMKM,  nominal paling sebesar- besarnya100 juta dengan biaya administrasi 4% tampa bunga.

Dari produksi ke distribusi harus ada alur karna itu saya panggil Dinas Perindustrian dan perdagangan karna sistem kerja kita memerlukan koneksi yang baik, ucapnya.

Untuk menanggapi tidak adanya balai benih Wali Kota mengatakan lahan di  Tempat Pemakaman Umum wilayah jati asih banyak yang kosong sehingga memungkinkan untuk dijadikan balai benih.

” Malam ini Dinas Pertanian dan Perikanan buatkan Instruksi Wali Kota untuk buat langkah langkahnya,” tukasnya.

Untuk Kartu Sehat, tambahnya, ga usah lama lama jika bapak sudah memiliki KTP elektronik Kota Bekasi malam ini diserahkan makan sore hari hadririn sekalian sudah memliki kartunya. Pusat promosi ikan hias rawa lumbu akan kita kembalikan lagi fungsi dan peruntukannya sebagai sentra ikan hias di Kota Bekasi.

” Tetapi akan kita bagi peruntukkannya dengan sistim zona khusus, jika kurang akan kita tambah, toh itukan gak sampai 100 – 200 meter,” ucapnya.

Ia juga menegaskan agar Dinas – dinas terkait segera memetakan jalur distribusi dan promosi dalam beberapa hari ini harus selesai sehingga masuk kedalam arah perencanaan yang akan kita ajukan pada perubahan anggaran.

Jika semua masalah pen budi daya dapat kita kerjakan secara konkret dan nyata bukan tidak mungkin masyarakat Kota Bekasi yang Maju dan Sejahtera dapat kita capai, harap nya.(Sapta/tdy)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *