Sambut Hari Jadi ke-80, Respati Ardi Ajak Forkopimda Solo Napak Tilas ke Makam Pemimpin Terdahulu

PILAR BEKASI.COM (SOLO) — Menyambut Hari Jadi ke-80 Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang jatuh pada 16 Juni mendatang, Wali Kota Solo Respati Ardi memimpin langsung kegiatan ziarah ke makam para wali kota pendahulunya pada Rabu (10/6/2026). 

Tidak sendirian, Respati didampingi oleh Wakil Wali Kota Astrid Widayani beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Solo. Kegiatan napak tilas ini menjadi tradisi penting sekaligus penanda dimulainya seluruh rangkaian acara peringatan hari lahir Pemkot Solo tahun ini.

Rombongan memulai penghormatan pertama di makam RT Sindoeredjo, Wali Kota Solo pertama yang berlokasi di Kampung Sewu. Setelah itu, perjalanan spiritual dan sejarah ini berlanjut ke beberapa titik, termasuk makam Slamet Suryanto (periode 2000–2005) di TPU Bonoloyo, Soekatmo (periode 1980–1985) di Astana Bibis Luhur, Imam Soetopo (periode 1995–2000) di Astana Utara Nayu, hingga makam Penjabat Wali Kota tahun 2015, Budi Suharto, di TPU Pracimaloyo, Sukoharjo.

Bagi Respati Ardi, ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momen krusial untuk merefleksikan kembali pondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh para pendahulu. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Bengawan yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras para pemimpin terdahulu yang wajib dijaga dan diteruskan oleh generasi sekarang.

“Ini bentuk penghormatan kami sebagai penerus kepada para leluhur dan pendahulu kami. Kami yakin seluruh Wali Kota sebelum kami memiliki kontribusi besar. Kami meneladani itu dan siap melanjutkan perjuangan dalam melayani masyarakat,” ujar Respati.

Menginjak usia Pemkot Solo yang ke-80, momentum ini juga dijadikan pelecut semangat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus berbenah. Respati berharap nilai-nilai pengabdian dari para mantan wali kota dapat menginspirasi jajarannya demi menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih prima, responsif, dan dekat dengan rakyat. (Rhizal Anggoro)