Pabrik Buku Kiky di Boyolali Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Mesin Produksi

Foto Ilustrasi

PILAR BEKASI.COM (KAB BOYOLALI) — Peristiwa kebakaran melanda kawasan industri pabrik pembuatan buku tulis Kiky yang berlokasi di Dukuh Bangak, Desa Batan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (14/10/2026) siang.

Diduga kuat, sumber api berasal dari salah satu mesin produksi yang tengah beroperasi.

Akibat insiden tersebut, operasional dan kegiatan produksi di pabrik terpaksa dihentikan sementara guna memastikan area bersih dari sisa material yang membahayakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas keamanan setempat, kobaran api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa bermula ketika salah satu operator mesin produksi melihat percikan api dan kepulan asap yang mendadak muncul dari dalam mesin, lalu segera melaporkannya ke tim keamanan internal.

Mendapat laporan tersebut, pihak keamanan bergerak cepat mengontak unit Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mencegah kobaran api membesar.

Proses pemadaman melibatkan armada gabungan dari tim Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali dan dibantu oleh unit Damkar dari wilayah Surakarta. Berkat sigapnya petugas di lapangan, si jago merah berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 1,5 jam.

Petugas berhasil mengisolasi titik api sehingga kebakaran tidak sempat merembet ke bangunan lain maupun area gudang penyimpanan utama.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Namun, dugaan awal mengarah pada gangguan teknis pada bagian mesin produksi.

“Dugaan sementara sumber api berasal dari mesin produksi,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali, Supriyono, saat memberikan keterangan resmi.

Meskipun api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak ada laporan korban jiwa, manajemen pabrik memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas produksi demi keselamatan seluruh pekerja serta proses penanganan pasca-kebakaran.

Saat ini, situasi di area pabrik buku Kiky sudah dalam kondisi kondusif dan dalam proses pendinginan (cooling down) oleh tim damkar.

Kerugian material akibat kerusakan mesin produksi masih dalam tahap penghitungan oleh pihak manajemen. (Rhizal Anggoro)