PILAR BEKASI.COM (KAB KLATEN) — Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, akhirnya digiring ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Sebelum diberangkatkan ke ibu kota, yang bersangkutan sempat menjalani pemeriksaan maraton selama kurang lebih 14 jam oleh tim penyidik lembaga antirasuah di Mapolresta Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10/2026) malam.
Hamenang terpantau keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 22.30 WIB di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan penyidik KPK.
Saat berjalan menuju kendaraan yang akan membawanya, politisi tersebut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, khususnya warga Kabupaten Klaten, karena telah membuat kekecewaan mendalam akibat perkara hukum yang menjeratnya.
“Mohon saya dimaafkan kalau ada salah. Saya mengikuti proses hukum yang berlaku, mohon maaf,” ujar Hamenang singkat kepada awak media sebelum masuk ke dalam mobil.
Operasi senyap yang dipimpin oleh tim penindakan KPK tersebut tidak hanya menangkap sang kepala daerah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa total ada 20 orang yang diamankan dalam serangkaian giat tangkap tangan di wilayah Klaten dan Jakarta.
Sebagian pihak yang terjaring merupakan pejabat daerah setempat.
Selain mengamankan puluhan orang, tim penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai.
Dari estimasi awal di lapangan, total uang yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai kisaran Rp1 miliar, meski angka pasti dan rincian nominal tersebut masih dalam proses penghitungan resmi oleh pihak penyidik.
Setelah menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Klaten, Hamenang bersama sejumlah pihak terkait langsung dibawa ke Jakarta guna menjalani serangkaian pemeriksaan intensif lanjutan di Gedung KPK untuk menentukan status hukum definitif mereka. (Rhizal Anggoro)

