PILAR BEKASI.COM (Bekasi Barat) – Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu melakukan Silaturahim dengan para Pemuka agama se- Kelurahan Jakasampurna Kecamatan Bekasi Barat bertempat di Rumah Makan Kenanga, Jakapermai,Kota Bekasi,Kamis (20/4/2017) siang.
Hadir pada kegiatan ini Lurah Jakasampurna beserta jajarannya serta para ketua DKM dan pimpinan rumah ibadah se-Kelurahan Jakasamurna Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi.
Dalam sambutannya beliau mengatakan Visi Misi Kota Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan terlihat pada kemajuan Kota Bekasi dari sisi fisik dari pembangunan, kesejahteraan dilihat dari adanya peningkatan penghasilan,roda ekonomi berjalan karena investasi berjalan,serta terwujudnya suasanan yang ihsan dan harmonis ditengah kehidupan.
Forum Umat Beragama dibentuk dalam rangka untuk sarana komunikasi, kita ingin dalam penataan kehidupan beragama terus melakukan komunikasi, diantaranya dengan melakukan banyak silahturahim antar umat beragama ujarnya.
“Silahturahim juga dapat dikemas dalam suasana-suasana yang santai, jangan nantinya masuk kedalam suasana formal keagaman,seperti peringatan Hari Raya Idhul Fitri atau Peringatan Perayaan Natal karena nantinya akan mengganggu keyakinan yang satu dengan yang lain, kita tidak ingin masuk kedalam ranah yang sudah menjadi ranahnya keagaman masing-masing, biarlah dikemas sendiri-sendiri, mungkin di Agama Islam sudah menegaskan “Lakum dinukum Waliyadin.” Tambahnya.
Bahwa kaitan keyakinan keagamaan silahkan masing-masing tetapi bukan berarti ketika kita sudah menganut suatu agama,kita jadi tertutup untuk semuanya, kita masih saling berhubungan dan berkomunikasi menjalin ekonomi,ini yang harus kita kembangkan dibandingkan sisi seremonial keagamaan kita,” ungkapnya
Sehingga,tambahnya kita akan saling mengenal dan saling berusaha menyelesaiakan persoalan-persoalan ekonomi,lingkungan dan sosial yang sesungguhnya kegiatan ini merupakan ruang lingkup kita yang bernilai ibadah di agama kita masing-masing. Ini semua usaha untuk membangun suasana tasa’mu,toleransi dan kebersamaan yang bisa dikembangkan.
Pada kesempatan ini Wakil Wali Kota menyampaikan juga dalam hal penataan banjir pemerintah sudah mencoba hal-hal yang struktural misalnya pembuatan penanggulan, normalisasi atau infrastruktur pengerasan jalan dan sebagainya.
Namun warga juga dapat melakukan hal-hal yang bersifat non struktural dengan membuat sumur resapan untuk mendukung kebijakan pemerintah kota “zero run off” yaitu tidak ada aliran air yang keluar bangunan,sehingga air dari rumah tidak langsung ke saluran air akan tetapi akan masuk ke tampungan air melalui sumur resapan,ungkapnya.
“Sekali lagi saya ingatkan peran rumah ibadah juga penting dalam masalah lingkungan untuk menyampaikan kepada jama’ahnya masing-masing, sehingga banyak jama’ah yang tersadarkan bahwa itu adalah pesan religius untuk menjaga lingkunganmaka saya yakin konsep “zero run off” atau program lainnya akan mudah si sosialisasikan,” Imbuhnya (sapta/gie).
