PILAR BEKASI.COM (Bekasi Barat) – Anggota Dewan asal Dapil II dari partai Golkar,Uri Huryati bersama Ketua FBR G 0294 pertemukan Winto dan Dini Soleha warga asal RT. 07 RW. 02 Kelurahan Pengasinan,Kecamatan Rawalumbu,Kota Bekasi,Jawa Barat dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
Usai pertemuan dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi Anggota Dewan asal Dapil II dari partai Golkar,Uri Huryati membantah kabar penolakan pasien Kartu Sehat Berbasis NIK yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Bekasi lantaran kartu tersebut dianggap tidak berfungsi dan tidak ada penolakan dari pihak rumah sakit.Saat dipertemukan pasien dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk mengetahui permasalahan pasien,dan pertemuan ini baru pokok permasalahannya menjadi jelas,ungkap Uri kepada Awak Media,Rabu (16/8/2017).
“Saat saya mengetahui ada warga asal Bekasi yang ditolak dengan menggunakan Kartu Sehat berbasis NIK dan dianggap tidak berfungsi,maka saya mencoba untuk mengklarifikasi keluarga tersebut,dengan berita yang tersebar bahwa kartu sehat tersebut tidak berfungsi,masalah ini hanya karena pasien tidak mengetahui dan tidak kepahaman saja,”terangnya.
Menurut Uri,Kartu Sehat yang dikeluarkan pemerintah kota Bekasi ini pertama kali diindonesia,karena hanya Kota Bekasi yang memiliki Kartu Sehat 1 kartu bisa digunakan sekeluarga. “Walikota Bekasi Rahmat Effendi,sudah tegas mengintrusikan kepada Dinas kesehatan maupun rumah sakit terkait penggunaan Kartu Sehat ini,bila memang ada warga ditolak ataupun dikenakan biaya dengan menggunakan kartu KS berbasis NIK,tidak akan segan-segan mencabut izin operasional RS tersebut,”tuturnya.
Adapun masalahnya adalah pasien bukan ditolak,namun karena memang RSCM Kencana memang RS sekelas Kementerian dan RS eksekutif skala internasional.Pemkot hanya meng-cover di RS kelas 3 saja,jadi rumah sakit tersebut tidak bisa ditanggung dengan BPJS dan Kartu Sehat.
“Saya selaku anggota partai DPD Golkar bidang pengabdian masyarakat mengimbau kepada RT RW agar turut berperan kepada warganya agar diberikan pengetahuan fungsi dari kartu sehat tersebut agar tidak disalahgunakan dan masyarakat bisa mengetahui fungsi dan manfaat kartu sehat saat ingin berobat,” pungkasnya.(Sapta)
