PILAR BEKASI.COM (Bekasi Selatan) – Pencak silat dikenal sebagai seni bela diri khas Indonesia,awal penyebaran pencak silat ke seluruh nusantara bermula dari bangsa Melayu yang ada di pesisir Sumatera dan Semenanjung Malaya.Selain bela diri,terdapat berbagai aspek filosofis yang terdapat di dalamnya,yaitu nilai moral spiritual, seni gerak,bela diri,dan olahraga.
Dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 pada hari Minggu (13/8/2018) perguruan silat pelestari budaya dan komunitas yang tergabung di Gerakan Moral (GM),adakan upacara ala jawara, di alun-alun Kota Bekasi.
Hadir dalam acara tersebut, Edi Nalapraya sesepuh pencak silat Indonesia,H Rahmat Malik pemerhati budaya,Mahfudz Abdrurahman anggota DPR-RI,Drahim Sada pelestari budaya, Mardani ketua GM,para veteran, Wakapolres Metro Bekasi Kota,Danramil 0507 Bekasi. H Ahmad Syaikhu wakil Walikota Bekasi.
Anggota DPR-RI Komisi V,Mahfudz Abdurahman kepada media mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, dirinya mengatakan,silat bukan hanya semata-mata kelompok olah raga.
“Silat adalah budaya asli nenek moyang yang harus kita lestarikan,dan alhamdulillah generasi muda sudah banyak yang melestarikan budaya nenek moyang,khususnya di Kota Bekasi.Dirinya sangat bangga hari ini banyak anak muda berkreatifitas dalam seni budaya pencak silat,mudah-mudahan Allah memelihara silaturahmi kita, sehingga budaya kita khususnya pencak silat akan berjaya,”harapnya.
Ia pun mengatakan dalam gelar kegiatan upacara ala jawara juga turut menghadirkan veteran RI yang dulu berjuang dalam merebut kemerdekaan RI,dan sangat mengapresiasi veteran RI yang ada,ungkapnya.
“Sengaja para veteran RI diundang dalam perhelatan budaya pencak silat menyambut HUT RI ke 72,hanya untuk mengapresiasi mereka, karena tanpa mereka tidak mungkin NKRI bisa merdeka,walaupun apresiasi yang kita berikan tidak sebanding dengan perjuangan mereka, “terangnya.
Paguyuban pencak silat di Kota Bekasi ini akan di bawa ke Komisi DPR RI, agar silat Bekasi raya bisa go internasional, pungkasnya.(Sapta)
