McLaren 720S Terbelah Dua dalam Kecelakaan Tunggal di Sukoharjo, Pengemudi dan Penumpang Selamat

PILAR BEKASI.COM (SOLO) – Kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah McLaren 720S Coupe terjadi di Jalan Raya Sukoharjo–Solo, tepatnya di kawasan Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu dini hari. Benturan yang sangat keras mengakibatkan mobil sport tersebut mengalami kerusakan ekstrem hingga bodinya terbelah menjadi dua bagian.

Mobil mewah itu dikemudikan oleh kreator konten Andra ST yang saat kejadian didampingi rekannya, Robby Adek Pantjoro. Meski kendaraan mengalami kerusakan parah, keduanya berhasil selamat dan tidak kehilangan nyawa dalam insiden tersebut.

Andra ST menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi setelah mereka selesai menyaksikan siaran langsung pertandingan sepak bola. Menurutnya, kendaraan kehilangan kendali akibat roda belakang tergelincir ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi. “Memang murni kecelakaan tunggal karena ban belakang dari mobilnya nyelip karena memang kenceng ya,” ujar Andra ST.

Melalui pernyataannya, Andra juga menyampaikan permintaan maaf kepada rekan satu timnya atas insiden tersebut. Ia memastikan dirinya dalam kondisi sadar saat mengemudikan kendaraan. “Dan mohon maaf untuk Bang Robby dan setim. Semoga semua baik-baik aja. Mohon maaf sebesar-besarnya ya, guys,” katanya.

Sementara itu, Satlantas Polres Sukoharjo melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan lokasi kecelakaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kendaraan melaju dari arah selatan menuju utara sebelum akhirnya kehilangan kendali dan keluar jalur. “Semula kendaraan McLaren berjalan dari arah selatan ke arah utara. Sampai di TKP, pengemudi diduga kurang konsentrasi saat berkendara sehingga oleng ke kiri,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian.

Polisi menjelaskan mobil kemudian menghantam pagar dan tiang listrik di sisi jalan. Akibat benturan tersebut, komponen aki kendaraan terlepas dan terpental hingga memecahkan pintu kaca sebuah gerai minimarket yang berada di dekat lokasi kejadian. “Kemudian oleng ke kiri berhenti di atas trotoar selanjutnya aki kendaraan McLaren terlempar mengenai pintu kaca Indomaret, maka terjadilah laka lantas tunggal,” kata Iptu Ardian.

Menanggapi peristiwa itu, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai bahwa mengemudikan mobil berperforma tinggi membutuhkan kemampuan yang jauh di atas keterampilan mengemudi biasa. Menurutnya, faktor konsentrasi, kondisi fisik, dan pengendalian emosi menjadi aspek penting agar kendaraan tetap berada dalam kendali. “Power mesin yang buas menuntut fokus pengemudi yang tinggi,” ujar Sony.

Ia menambahkan bahwa kecepatan tinggi di kawasan perkotaan sangat berisiko, terlebih saat malam hari ketika kemampuan reaksi pengemudi cenderung menurun. Kondisi kendaraan yang rusak berat, menurut Sony, menunjukkan adanya benturan pada kecepatan tinggi sehingga menjadi pengingat bahwa mobil berperforma tinggi harus dikendarai dengan penuh kehati-hatian. “Jika dilihat dari kondisi kendaraan setelah kecelakaan, menggambarkan yang bersangkutan menghantam benda dengan kecepatan tinggi atau lagi berakselerasi, itu enggak bisa bohong sih,” pungkasnya. (Rhizal Anggoro)