Lestarikan Tradisi,Hj. Ade Puspitasari Serap Aspirasi Masyarakat di Rawalumbu Lewat Sapa Warga Berbasis Budaya

PILAR BEKASI.COM (KOTA BEKASI) – Dalam upaya mempertegas peran wakil rakyat sebagai penghubung strategis antara negara dan masyarakat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ade Puspitasari, menggelar kegiatan “Sapa Warga Berbasis Budaya dan Halal Bihalal”pada Selasa (31/03/26).

Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Kecamatan Rawalumbu mengambil peran penting dalam menyukseskan acara, mulai dari pengemasan konsep kegiatan hingga menghadirkan nuansa budaya yang menarik, edukatif, dan membangun kebersamaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman SDN Bojong Rawalumbu 1,Kelurahan Bojong Rawalumbu,Kecamatan Rawalumbu,Kota Bekasi.

Acara ini juga dilaksanakan sebagai ruang konsolidasi sosial, budaya,dan politik yang mempertemukan masyarakat dengan representasi legislatif secara langsung.

Hadir dalam acara tersebut,Hj Gunarti,Kepala SDN Bojong Rawalumbu 1 Abdul Munir, S. Ag, S. Pd, M. Pd,Anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra,Ketua PK Rawalumbu Sofyan Hadinata, SH dan para Ketua PL.

Hj.Ade Puspitasari menegaskan bahwa pendekatan berbasis budaya bukan sekadar simbolik, melainkan strategi konkret dalam membangun legitimasi publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

“Kami tidak ingin hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat berhenti pada ruang formal semata. Melalui Sapa Warga berbasis budaya ini, kami hadir secara nyata di tengah masyarakat,” ungkap wanita yang akrab disapa teh Ade, Selasa (31/03/26).

Menurutnya, membangun komunikasi yang setara, serta memastikan bahwa setiap aspirasi tidak hanya didengar, tetapi diperjuangkan secara konsisten dalam kebijakan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga budaya Sunda  dan Bekasi sebagai instrumen pemersatu di tengah dinamika sosial dan tantangan modernisasi di Jawa Barat.

“Budaya adalah identitas sekaligus kekuatan politik kultural. Ketika budaya Sunda dan Bekasi kita rawat, maka kita sedang memperkuat fondasi sosial masyarakat. Ini penting agar pembangunan tidak tercerabut dari akar nilai dan kearifan lokal,” katanya.

Selain itu,kegiatan ini disebut sebagai bagian dari konsolidasi berkelanjutan untuk memastikan arah pembangunan daerah tetap berpihak kepada masyarakat, berbasis aspirasi serta selaras dengan karakter lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di daerah tidak elitis dan tidak jauh dari kebutuhan masyarakat.Saya pun berharap pendekatan budaya dapat menjadi jembatan yang efektif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas dan kebersamaan di tengah kehidupan sosial,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Partai Golkar Kecamatan Rawalumbu, Sofyan Hadinata, SH memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan Ade Puspita atas acara ini.

“Kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang diadakan oleh ibu Ade Puspitasari,semoga budaya lokal tumbuh kembali, generasi muda tertarik, dan masyarakat bisa kembali melihat pentas budaya yang dulu sangat hidup di Kelurahan-Kelurahan,”tutupnya.

Agenda utama kegiatan ini adalah lomba tari tradisional Jawa Barat dan Betawi. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari Sekolah Dasar (SDN) se Kecamatan Rawalumbu,Penampilan pertama dipersembahkan oeleh SDN Bojong Rawalumbu 9 dengan tari jaipongan panggung, selanjutnya SDN Bojong Menteng 1 dengan tari kaling Sunda, SDN bojong Rawalumbu 10 dengan tari yapong, SDN sepanjang jaya 4 dengan tari Ronggeng Beken, SDN pengasinan 1 dengan tari ondel ondel, SDN bojong Rawalumbu 2 dengan tari cokek, SDN pengasinan 8 dengan tari kaking sunda, SDN bojong Rawalumbu 5 dengan tari Rengong manis, SDN pengasinan 9 dengan tari cupang menor, SDN bojong Rawalumbu 1 dengan tari lenggang nyai.

Pemenang dari lomba tari tradisional ini dimenangkan oleh Juara Harapan 3 SDN bjong Menteng 1, juara harapan 2 SDN sepanjang jaya 4, harapan 1 SDN Bojong Rawalumbu 5,

Juara 3 SDN Bonjong Rawalumbu 1, juara 2 SDN pengasinan 9 juara 1 SDN pengasinan 8. Hadiah utuk para juara tropi Juara 3 Rp 800,000, Juara 2 mendapat tropi dan uang tunai Rp 900 ribu juara pertama 1 juta rupiah.

Acara ini ditutup persembahan lenong dari seniman Bekasi, dengan diadakannya acara apresiasi kebudayaan ini masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran figur pemimpin yang peduli pada pelestarian nilai-nilai lokal.(Desi)