PILAR BEKASI.COM (KOTA BEKASI) – Jelang hari pahlawan ke-80 yang jatuh pada tanggal 10 November,keluarga besar pejuang kemerdekaan dan jawara H. Djole bin Eman mengadakan acara doa bersama dan ziarah triwulan tabur bunga. Acara ini berlangsung di komplek pemakaman H. Djole Bin Eman Kemang Pratama 3,Minggu (09/11/25).
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat Bekasi H.Damin Sada,Ketua Korwil FBR Kota Bekasi H Novel Said, Camat Rawalumbu Nia Aminah Kurniati,Lurah Sepanjang Jaya Djunaidi Abdilah,Purnawirawan Brigadir Jendral Kemal Hendrayad, Ketua DPD PPP Kota Bekasi Gus Solihin, Anggota DPRD Kota Bekasi Ketua Fraksi Golkar Solidaritas, Sarwin Edi Saputra, Anggota DPRD Kota Bekasi komisi IV Fraksi PKB Wildan Fathurrahman,Kanit Samapta Polsek Rawalumbu AKP Aep Suparman,Sejarawan Muda Bekasi Endra dan Keluarga Besar H. Djole Bin Eman sejabodetabek.
Ketua panitia yang merupakan salah satu cucu dari H. Djole, Sofyan Hadinata menyampaikan tujuan diadakannya doa bersama dan ziarah Triwulan ini untuk memperkuat ukuwah Islamiyyah dan meningkatkan hubungan emosional keluarga besar H Djole bin H Eman.
“Karena kan beliau kan notebene pejuang asli Bekasi di masanya, di masa perang relovusi dan tentunya ini membanggakan keluarga besar. Bagi kita, bagi saya mudah-mudahan akan tampil haji Djole – haji Djole muda lainnya yang dapat menjaga Marwah haji Djole,” tegas Sofyan saat diwawancarai awak media, Minggu (09/11/25).
Sofyan juga berharap kepada pemerintah Kota Bekasi mau pun legislatif untuk lebih memperhatikan makam haji Djole yang saat ini kondisinya sangat memperhatikan. Walau pun makam tersebut berada di area perumahan yang elit, namun kerap dilanda banjir.
“Kehadiran perwakilan pemerintah serta anggota DPRD Kota Bekasi pada kegiatan itu juga diharapkan dapat mendorong makam Haji Djole menjadi salah satu cagar budaya.” katanya.
Mudah-mudahan nanti beberapa anggota dewan yang kita undang dan kader partai yang kita undang bisa membuka matanya, juga eksekutif yang kita undang agar bersama-sama mendorong bagaimana makam haji djole ini bisa menjadi lebih baik,pintanya.
Walaupun Haji Djole belum diakui sebagai Pahlawan Nasional, namun di kalangan masyarakat Kota Bekasi, namanya tetap harum sebagai pejuang era Relovusi yang menjaga Bekasi bersama para pejuang lain.
“Dari beberapa tokoh kota Bekasi yang kita undang bagaimana mereka menyampaikan pesan kesan-kesannya kaitan dengan haji Djole dan rata-rata hampir semua tokoh mengenal sosok haji Djole walaupun saat ini beliau tidak tercatat sebagai pahlawan yang tercatat di negara tapi mungkin kami bisa memaklumi karena rangkaian itu sangat sangat sulit,” tutur Sofyan.
Ia kembali berpesan kepada generasi muda khususnya di Kota Bekasi untuk tidak pernah melupakan sejarah. Ia mengingatkan bahwa perjuangan para pejuang dalam merebut dan mepertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengorbankan banyak nyawa dan darah.
Sekadar diketahui bahwa Haji Djole adalah seorang pejuang kemerdekaan dan jawara dari Bekasi yang dikenal karena patriotisme dan nasionalismenya pada masa kolonial Belanda. Ia memimpin laskar dan melakukan aksi teror terhadap penjajah, meskipun sering dianggap sebagai perampok oleh Belanda. Aset hasil rampokan dari pihak yang pro-penjajah sering dibagikan kepada rakyat yang pro-republik.
Lahir di Sepatan, Bekasi pada tahun 1905, ia terlahir dengan nama asli Sa’adah bin Haji Eman. Djole berasal dari keluarga yang kaya dan cukup terpandang. Ayahnya bernama Haji Eman. Pada masa kecilnya, ia sering dipanggil Djole. (ASW)
