PILAR BEKASI.COM (SURAKARTA) – Perum Bulog Cabang Surakarta memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Pemimpin Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), terutama menjelang hari besar keagamaan maupun di tengah dinamika situasi geopolitik global.
“Hingga saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog Surakarta mencapai 67.225 ton. Kami proyeksikan jumlah ini akan terus meningkat dengan kegiatan penyerapan gabah dan beras di Solo Raya, dan pada akhir Maret bisa mencapai sekitar 80.000 ton,” jelas Nanang di Solo, Jawa Tengah, Senin.
Selain beras, Bulog Surakarta juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga. Dukungan alokasi minyak goreng melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan mencapai 500.000 liter Minyakita sepanjang 2026.
“Dengan stok beras yang kuat serta dukungan pasokan minyak goreng, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Nanang.
Ketersediaan bahan pokok lainnya juga dipantau mencukupi, dengan harga sembako relatif stabil di pasaran. Masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan, tanpa panik.
Bulog bersama pemerintah terus menjalankan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, termasuk penguatan distribusi, penyerapan produksi dalam negeri, dan program stabilisasi pangan. (Rhizal Anggoro)
