BPBD Karanganyar Siaga Hadapi Kekeringan

Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

PILAR BEKASI.COM (KAB KARANGANYAR) – Pemerintah Kabupaten Karanganyar mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau dengan memetakan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar mencatat terdapat 18 desa di 11 kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan dan menjadi prioritas penanganan apabila kondisi memburuk.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Sugiharjo, mengatakan hasil pendataan menunjukkan sebanyak 5.212 jiwa atau 1.614 kepala keluarga (KK) berpotensi membutuhkan bantuan distribusi air bersih. Menurutnya, pemetaan dilakukan sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika sumber air warga mulai berkurang. “Kami sudah memetakan desa dan kecamatan yang berpotensi membutuhkan dropping air bersih. Dengan data ini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat apabila kondisi kekeringan terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD memastikan hingga saat ini belum terjadi kekeringan yang meluas di Karanganyar. Bantuan air bersih yang sempat disalurkan ke Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, serta wilayah Mojogedang bukan disebabkan oleh kemarau, melainkan akibat kerusakan pompa air yang mengganggu distribusi air kepada masyarakat. Setelah pompa diperbaiki, kebutuhan air di kedua wilayah tersebut kembali terpenuhi.

Sugiharjo menjelaskan BPBD telah mengirimkan sekitar 10.000 liter air bersih ke Desa Wonorejo sebagai langkah darurat. Ia menyebut, setelah bantuan disalurkan dan fasilitas air kembali berfungsi, tidak ada lagi permintaan tambahan dari masyarakat. “Setelah dropping air bersih dilakukan dan pompa selesai diperbaiki, sampai sekarang tidak ada permintaan lagi. Artinya pasokan air sudah kembali normal,” katanya.

Menghadapi potensi meningkatnya kebutuhan air bersih saat puncak musim kemarau pada awal Agustus mendatang, BPBD telah menyiapkan koordinasi dengan PMI dan Perumda Air Minum (PDAM). Kerja sama tersebut akan diaktifkan apabila permintaan bantuan melebihi kapasitas BPBD. Selain itu, pihaknya terus memantau perkembangan prakiraan cuaca BMKG mengingat anomali iklim masih dapat memengaruhi durasi musim kemarau. “Kami terus mengikuti informasi BMKG dan berharap kondisi mulai membaik pada pertengahan September,” pungkas Sugiharjo. (Rhizal Anggoro)