Warga Perumahan Duta Harapan dan Telaga Mas Kembali Menggelar Aksi Penolakan Kios Kuliner

PILAR BEKASI.COM (BEKASI UTARA) – Puluhan warga Perumahan Duta Harapan dan Telaga Mas kembali menggelar aksi penolakan kios kuliner yang di bangun oleh Dinas Pariwisata dan Budaya, Senin (27/11) pagi.

Karena pembangunan tersebut berada persis di pinggir Danau Duta Harapan yang terletak di Kelurahan Harapan Baru,Kecamatan Bekasi Utara,berbagai spanduk yang bertuliskan penolakan terpampang di sejumlah jalan menuju danau duta, dan sepanduk putih untuk membuat tanda tangan atas ketidak setujuan warga terhadap pembangunan di tanah fasos fasum tersebut.

Tanda tangan di atas kain putih dari seluruh warga Duta harapan dan telaga mas memenuhi kain putih tersebut dengan tanda tangan warga. Namun aksi kali ini, yang dilakukan warga setempat sempat bersitegang oleh warga yang mendukung pembangunan kios kuliner di danau tersebut.

Tetapi tidak sempat terjadi baku hantam,karena petugas keamanan dari pihak TNI, Polisi dan pol pp sigap untuk melerai warga yang pro dan kontra terhadap pembangunan kios kuliner di danau duta itu.

Sementara itu,Mantan Kerua RW 11 di Perumahan duta harapan  Bambang sunaryo mengatakan, pihak Pemerintah Kota Bekasi seharusnya mendengarkan dulu aspirasi warga, sebelum memberikan ijin kepada pihak pengembang.

“Harusnya secara aturan bila Disparbud dan pengembang perumahan ingin merubah site plant lahan Fasos-Fasum yang sudah direncanakan untuk penghijauan dan penyerapan air minta persetujuan warga dulu,” katanya bambang yang juga sebagai advokat serta simpatisan aksi menolak kios kuliner di danau duta harapan .

Itupun tambahnya,kalau penghuni atau warga perumahan setempat setuju dengan rencana kios kuliner itu. “Kami menolak keras pembangunan kios itu dan aspirasi warga selama ini tidak di gubris oleh pemerintah Kota Bekasi, kita sebagai warga yang menolak pembangunan kuliner akan mengambil jalur hukum Peradilan Tata Usahan Negara (PTUN) dan kita juga akan mengadukan ke ombusmen,” tandas dia, saat menggelar aksi penolakan dan sambil menunggu Walikota Bekasi.

Sampai aksi penolakan pembangunan yang di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang, Walikota Bekasi yang di nanti-nanti warga Duta Harapan tak kunjung tiba sehingga aspirasi warga tidak tersalurkan, warga yang melakukan aksi penolakan tersbut pun membubarkan diri dengan tertib.(sapta)