Warga Kelurahan Kranji Sangat Antusias Mendapat Kartu Sehat Berbasis NIK

PILAR BEKASI.COM (Bekasi Barat) – Wali Kota Bekasi Dr Rahmat Effendi kembali memberikan 391 KS berbasis NIK secara simbolis kepada warga Kelurahan Kranji.Kali ini pemberian kartu sehat tersebut bertempat dikediaman tokoh pemuda Yusuf Blegur di Kelurahan Kranji,Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi,Senin (19/6/2017).

Turut hadir Kepala Bappeda Koswara, Sekretaris Dinkes Tanti dan pimpinan wilayah setempat Camat Bekasi Barat Bunyamin, Lurah Kranji Andi Kristanto beserta lurah lainnya serta usur tokoh masyarakat maupun RT/RW setempat.

Terpantau pilarbekasi.com ratusan warga Kelurahan Kranji sangat antusias sekali hadir dalam acara pembagian KS berbasis NIK.

“Kartu Sehat produk pemkot ini sangatlah berbeda dengan kartu sehat keluaran pusat dan terlihat masyarakat antusias,ini menunjukan keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah setempat. Serta mendapatkan pelayanan yang cepat,mudah dan jaminan pelayanan diseluruh rumah sakit swasta maupun daerah,” kata pria yang akrab disapa bang Pepen.

Menurutnya,kartu sehat milik pemkot bekasi tersebut sangatlah berbeda dengan yang dimiliki pemerintah pusat. “Perbedaannya ada pada keberpihakan pemerintah kepada masyarakatnya,yang anggarannya di subsidi langsung oleh pemerintah setempat,” ungkap Rahmat Effendi didepan awak media,Senin (19/6/2017)

“Kartu Sehat berbasis NIK yang sudah tercetak sebanyak 12.000,kita targetkan sampai dengan bulan Oktober sebanyak 300 ribu,Pada tahun 2018 nanti pun akan ditambah targenya kurang lebih 300 ribu,tutur Rahmat usai kegiatan.

Sementara itu Camat Bekasi Barat, Muhamad Bunyamin,mengatakan ada sekitar 4500 Kartu Sehat berbasis NIK yang sudah dibagikan se Kecamatan Bekasi Barat.”Sedangkan yang sudah kita usulkan ada 5000,kita menargetkan 12 ribu kepala keluarga di Kecamatan Bekasi Barat,terangnya kepada pilarbekasi.com,diruang kerjanya.

Selain itu pun Lurah Kranji,Andi Kristanto,menambahkan melalui amanah Wali Kota,Kartu Sehat ini tak memandang status masyarakatnya. “Dalam artian, semua warga Kota Bekasi dapat mengajukan KTP dan KK untuk membuat kartu sehat,” jelasnya.

“Total keluarga di kranji ada 12.400, dan yang sudah terakomodir data yang sudah masuk untuk mengajukan KS sebanyak 3.500-an,” ungkap Lurah Andi.

Lurah Andi menambahkan,tim validasi yang melakukan pendataan adalah RT/RW,tim PKH, PK-PL Golkar,dan Kepemudaan lainnya.

Diketahui,kelurahan Kranji ada 375 kartu kesehatan NIK yang sudah jadi dari 500 yang melalui usulan. Dan beberapa usulan yang masih dalam proses di Disdukcapil. (Sapta)