PILAR BEKASI.COM (BEKASI SELATAN) – Usai sholat Jum’at Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Bekasi digegerkan dengan penemuan sesosok mayat petugas kebersihan yang meregang nyawa setelah tenggelam di selokan sekitar Masjid Al-Amir Pemkot Bekasi,Jumat (2/1/2018).
Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban tengah bersih-bersih di sekitar selokan masjid.Data Satpol PP Pemkot Bekasi,korban merupakan warga Pintu Air,Bekasi Utara dan pekerja taman Pemkot Bekasi yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup.
Rekan kerja sekaligus saksi peristiwa ini Faisal menuturkan,sebelum meninggal,Rendy terlihat olehnya dan warga tengah membersihkan selokan Pemkot Bekasi.Saat itu, tuturnya, korban tengah berada di pinggir selokan.Tak berapa lama, warga menaruh curiga lantaran korban sudah tidak terlihat lagi.
“Karena penasaran, kami kemudian mencoba menghampiri selokan dekat Masjid Al- Amir tersebut. Saat itu juga kami melihat korban mengambang di selokan. Setelah itu, kami mencoba mengamati dan melihat dua kaki yang menyembul diatas air. Karena khawatir, kami kemudian langsung melaporkan hal ini ke polisi,” tuturnya
Faizal tidak memberanikan diri untuk menyentuh mayat tersebut. Ia lantas melaporkan apa yang telah dilihatnya ke Pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota. Petugas datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Di tempat berbeda,Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota,Kompol Erna Ruswing, mengatakan jika korban sudah diketahui identitasnya.
“Korban atas nama Suherman (35), merupakan petugas kebersihan di Komplek Pemkot Bekasi,” kata Erna.
Hasil olah TKP, kata Erna, petugas tidak menemukan luka pada jenazah korban. Ia memproyeksikan kalau korban tewas akibat penyakit yang dideritanya.
“Informasi yang kami terima, korban mengidap penyakit epilepsi kalau bahasa kedokteran, atau yang biasa dikenal penyakit ayan, korban kejang dan terjatuh dalam selokan air hingga tewas,” jelasnya.
Sebenarnya, kata Erna, jika penyakit korban kambuh dan tidak tercebur ke dalam selokan air. Diproyeksikan bisa selamat.
“Ini karena kemungkinan korban jatuh ke air dan tidak bisa bernafas, saat ini korban sudah kami bawa ke RSUD Kota Bekasi,” tandansnya.(sapta)
