Terbatasnya Komputer,SMAN 2 Kota Bekasi Terpaksa Membagi Waktu UNBK Sebanyak 3 Sesi

PILAR BEKASI.COM (Bekasi Selatan) – Di hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA Negeri 2 Kota Bekasi yang ikut UNBK sebanyak 522 siswa dan terpaksa pihak sekolah membagi waktu ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sebanyak 3 sesi.Hal itu dilakukan lantaran terbatasnya komputer dan banyaknya jumlah siswa yang mengikuti UNBK 2017.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bekasi,Ekowati saat dijumpai pilarbekasi.com,Senin (10/4/2017).

Karena siswa yang hadir mengikuti UNBK mencapai 100 persen,maka terpaksa pihak sekolah membagi UNBK menjadi 3 sesi. Karena pihak sekolah hanya memiliki 5 laboratorium komputer,dan terbatasnya komputer, ujian kita bagi tiga.Sesi pertama dari jam 8 sampai dengan jam 10,sesi kedua jam 10 sampai dengan jam 12,dan yang terakhir jam 1 sampai dengan jam 4 sore,” jelas Ekowati.

Selain itu pun menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan ujian kali ini,ruangan dijaga oleh tiga orang yang  memiliki tugas berbeda.”Ada yang bertugas sebagai teknisi untuk antisipasi pemadaman,kemudian operator untuk memandu penggunaan komputer serta guru pengawas yang berasal dari sekolah lain.

Pihak sekolah untuk mengantisipasi akan terjadinya pemadaman listri,maka pihak sekolah sudah menyiapkan genset.”Beberapa hari sebelum pelaksanaan UNBK pihak kita pun sudah berkoordinasi dengan PLN agar untuk sementara waktu tidak  adanya pemadaman listrik saat pelaksanaan UNBK dan sudah mempersiapkan akses internet dalam kondisi prima.” Tuturnya.

Ekowati menambahkan pada pelaksaan ujian pada hari pertama yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia dan untuk mengantisipasi kecurangan dalam pelaksanaan UNBK tiap soal di komputer masing-masing siswa dibedakan.”Soal ujian sama,tapi diacak untuk tiap komputer.Jadi berbeda,komputer depan pertanyaan apa di nomor satu,dan komputer belakang akan berbeda pertanyaan untuk nomor dua nya,” pungkasnya.(Sapta)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *