Rapat Minggon,Wadah Penyampaian Informasi

PILAR BEKASI.COM (Mustikajaya) –Pemerintah Kecamatan Mustikajaya menggelar rapat minggon rutin Selasa Keliling tingkat kecamatan yang biasa disebut Minggon,kali ini diadakan di Kelurahan Mustikajaya,Kecamatan Mustikajaya,Selasa (18/04/2017).

Rapat Minggon di hadiri oleh para pemangku jabatan dari Kecamatan, Kelurahan maupun UPTD di lingkungan Kecamatan Mustikajaya. Adapun point-point yang dibahas dalam rapat minggon tersebut adalah :

1.Masalah kependudukan yaitu penyamaan data untuk pencetakan KTP dan KK yang nanti pencetakan KTP dilakukan di kantor Disdukcapil Kota Bekasi.

2.Laporan PKH dan masalah penyaluran Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari masing masing Kelurahan.

3.Masalah infratruktur  yang belum diajukan ke Dinas PUPR.

4.Berkaitan dengan gangguan kamtibmas.

Camat Aty Rostaty mengatakan permasalahan terkait PKH akan ditindak lanjuti pihak kelurahan bersama dengan bank BNI.”Selain itu pun para kasie dan lurah pun akan turun ke warga masyarakat dalam menindak lanjuti program PKH dan penyaluran Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta membuat berita acara sehingga data penerima yang dilaporkan valid,” jelasnya.

Untuk masalah masalah infratruktur saluran pihak kita pun selalu menindak lanjuti seperti kita akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR,salah satunya yaitu saluran yang berada didepan polsub sektor karena dari hasil rapat minggon kita hari ini maka besok akan kita tindak lanjuti rapat dengan Dinas PUPR,ujarnya kepada pilarbekasi.com,Selasa (18/4/2017) usai rapat minggon di aula kantor kelurahan Mustikajaya.

Besok kita akan mulai menyamakan data untuk pencetakan E-KTP,ditakutkan data yang dari tahun 2011 sampai sekarang dikwatirkan warganya ada yang sudah pindah atau pun sudah meninggal dunia dan lain sebagainya.”Nanti orang yang bersangkutan datang dan nanti kita samakan ada salah data atau tidak, setelah tidak ada yang salah maka data tersebut akan dibawa oleh petugas Disdukcapil untuk dicetak E-KTPnya dan setelah jadi nanti akan dikembalikan kemasing-masing kelurahan yang berada di Kecamatan Mustikajaya.”Kata Aty.

Blangko E-KTP ini baru tersedia sebanyak 500,dan tadi kita sudah bagi masing masing kelurahan perhari itu sebanyak 30 pencetakan atau pun lebih. Akan tetapi nanti kita lihat terlebih dahulu apakah ada gendala dengan mesin pencetakannya,Aty pun berharap mudah mudahan dalam pelaksanaan pencetakan E-KTP ini tidak ada gendala dan hasilnya pun bisa maksimal,harap Aty.

Untuk jadwal penyamaan data dan pencetakan E-KTP pun kita bagi yaitu pertama kelurahan Mustikajaya selasa dan rabu sebanyak 30,hari kamis dan jum’at kelurahan Padurenan,hari senin dan selasa kelurahan Cimuning,hari rabu dan kamis kelurahan Mustikasari dan selanjutnya kembali ke awal lagi, tukasnya.

Berkaitan dengan gangguan kamtibmas, Aty menuturkan sangat penting sekali peran serta masyarakat dalam meminimalisir gangguan kamtibmas. Selain itu kami kerjasama dengan tiga pilar bersama Lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta dibantu  pokdarkamtibmas dan karang taruna di kelurahan masing-masing bisa untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, seperti geng motor,tawuran.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat diminimalisir  gangguan kamtibmas yang ada ditengah tengah warga masyarakat kecamatan Mustikajaya,harapnya.

Aty pun mengungkapkan,rapat minggon sangatlah penting karena dapat menjalin komunikasi antar para pemangku jabatan dari Kecamatan,Kelurahan maupun UPTD di lingkungan Kecamatan Mustikajaya,sehingga berbagai informasi dapat diterima para pemangku jabatan dari Kecamatan,Kelurahan maupun UPTD di lingkungan Kecamatan Mustikajaya.

Oleh karena itu rapat minggon ini penting untuk dihadiri.Karena rapat minggon ini adalah wadah penyambung informasi,misalnya ada informasi yang datangnya dari atas yaitu Walikota Bekasi dapat disampaikan dalam rapat minggon kepada kelurahan kemudian nantinya informasi yang didapat dalam rapat minggon dapat di informasikan kepada  RW dan RT,dan diharapkan rapat minggon ini dapat dijadikan untuk memecahkan persoalan yang terjadi di masyarakat. “Jika ada masalah kita pecahkan bersama-sama,” tegas Aty.

Aty pun menghimbau kepada para Lurah dan Kepala Seksi diharapkan lebih banyak mengenal situasi,kondisi dan potensi wilayah kelurahannya. Para abdi negara juga bisa memiliki garis besar kinerja yang harus dilakukan selama setahun ke depan,pungkasnya.(Sapta/Advetorial) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *