PILAR BEKASI.COM (jatisampurna) – Sajian makan pada perayaan hari raya Idul Fitri 1439 H,selain ketupat dan opor ayam, ada satu makanan khas yang biasa disajikan kalangan masyarakat Kranggan, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Makanan ini adalah Dodol Kranggan yang dibuat khusus untuk sajian di Hari Kemenangan umat muslim ini setelah menunaikan ibadah puasa sebulan penuh.
Saat dijumpai pilarbekasi.com warga Kranggan,Mak Samah mengatakan tradisi membuat dodol Kranggan ini merupakan tradisi turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. “Sampai sekarang kami tetap melaksanakan tradisi ini di keluarga besar kami,” ujar perempuan sepuh berusia 60 tahun ini.
Mak Samah pun menjelaskan, proses pembuatan dodol Kranggan membutuhkan waktu sekitar 12 jam dan dikerjakan secara berkelompok. “Semua bahannya murni dari ketan dan gula aren, tanpa memakai bahan pengawet atau oemanis buatan. Tapi dodol Kranggan ini bisa tahan sampai satu tahun, tidak seperti dodol yang biasa dijual di pasaran,” ungkapnya.
Adanya tradisi membuat dodol Kranggan ini merupakan gambaran kegotong-royongan masyarakat asli Kranggan sejak jaman dulu. “Sebagai warga asli Kranggan, tentu saja kami merasa senang jika tradisi masih tetap dilaksanakan secara turun-temurun,” ujar Sadan Sopian, Ketua PK Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kecamatan Jatisampurna.
Sadan menyatakan optimis jika dodol Kranggan ini bisa diperkenalkan sebagai oleh-oleh asli Bekasi, tentu akan membuka peluang usaha ekonomi kreatif bagi masyarakat Kecamatan Jatisampurna. “Pastinya akan menghasilkan nilai ekononis, jika mampu mensinergikan potensi usaha dengan kearifan lokal yang ada di Jatisampurna ini,” tutupnya. (ASW)
