Masyarakat Mengolah Sampah di Bank Sampah,Pemkot Bekasi Bisa Raih Adipura Bermartabat

PILAR BEKASI.COM (Bekasi Selatan) – Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyatakan keyakinannya bisa meraih Adipura 2018. Hal ini tentunya apabila didukung oleh semua elemen masyarakat.

Dalam Diskusi mengenal lebih dekat dengan Dinas Lingkungan Hidup yang di gelar di Gazebo Hutan Kota Bekasi terungkap hingga saat ini Pemerintah Kota Bekasi masih berjuang mendapatkan piala Adipura yang bermartabat tahun 2018.

” Kita membutuhkan masukan untuk di serap agar dapat membangun lebih baik lagi maka harus sering di lakukan diskusi agar adanya masukan yang lebih baik, strategi dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kota Bekasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi dalam diskusi yang di gelar Forum Jurnalis Bekasi ( FORJAS)  di Hutan Kota Bekasi Selasa ( 16/1/2018).

Disebutkan,sudah banyak cara yang dilakukan untuk meraih Adipura. Hanya saja, yang lebih penting adalah peran serta masyarakat dalam mengubah mindsettentang kebersihan. “Pola pikir bahwa kebersihan itu milik bersama. Sehingga, peran ini penting agar tidak ada lagi sampah berceceran di jalanan atau bukan pada tempatnya,”
ungkapnya.

Menurut pria yang pernah menjabat kepala Bapeda,target  Adipura sudah masuk dalam visinya di renja 2017, karena itu sejak 2017 Adipura di genjot keliling hingga ke RW dengan bentuk bank sampah. Indiakasinya adanya kenaikan jumlah bank sampah awalnya 30 menjadi 1035 bank sampah yang terbentuk di Kota Bekasi.

Adapun strategi adipura 2017 yang sudah di lakukan Dinas lingkungan Hidup diantaranya,mendorong agar gerakan peduli lingkungan tumbuh di Kota Bekasi seperti Forbakti , Relawan adipura Bermartabat,BPKRI dan Clin Bekasi.Kemampuan infrastruktur kebersihan terbatas dengan jumlah sampah yang di hasilkan warga setiap harinya sebanyak 1700 ton sampah per hari yang dapat di layani dari hulu sampai hilir hanya 600 ton di TPA Sumur Batu,terang Jumhana Lutfi kepada Forum Jurnalis Bekasi ( FORJAS).

” Itu juga dengan dipresur ,pembelian lahan karena pengolahan sampah di TPA Sumur Batu masih konfensional. 1100 ton masih tertinggal di wilayah masyarakat Kota Bekasi, maka harus di olah dengan membangun Bank Sampah, “tuturnya.

Jumhana Lutfi meminta masyarakat harus mengolah sampah di bank sampah yang ada di tingkat RW  seperti yang dilakukan oleh masyarakat Gerakan Peduli Lingkungan dan jika seluruh RW sampahnya di olah di bank sampah maka akan lebih berkurang,maka Pemerintah Kota Bekasi bisa meraih Adipura bermatabat,ungkapnya.

“Kita pun sudah membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) dimasing-masing kecamatan satu mobil untuk menyisir sampah  di lingkungan yang belum ada tempat sampah.” tukasnya.

Targetnya adanya kenaikan jumlah bank sampah awalnya 30 menjadi 1035 bank sampah yang terbentuk di Kota Bekasi, Bukan hanya itu, kata dia di tahun 2018 dirinya juga mengungkapkan bahwa kebersihan itu adalah bukan hanya fokusnya Pemerintah Kota Bekasi melainkan masyarakatnya juga,pungkasnya.(sapta)