Dinkes Kota Bekasi Menyediakan Delapan Rumah Sakit Rujukan Khusus Penanganan Penyakit Difteri

PILAR BEKASI.COM (BEKASI SELATAN) – Mewaspadai penularan penyakit Difteri,Dinas Kesehatan Kota Bekasi akan memberi suntikan vaksin kepada semua kalangan pelajar.

Selain pelajar,akan disediakan juga pemberian vaksin di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kota Bekasi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mendata ada penambahan kasus wabah Difteri,sejak dinyatakan status kejadian luar biasa di Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Total, saat ini tercatat ada 17 kasus pasien yang terjangkit penyakit Difteri. Padahal, sebelumnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mendata sejak Januari-November ada sebanyak 12 kasus penderita Difteri di wilayahnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Bekasi, Kusnanto Saidi saat Press conference penanggulangan Difteri di ruang Press Room Humas Pemkot Bekasi,Jum’at (14/12/2017).

Menurutnya sejak Desember ini ada penambahan lima kasus,dan penambahan pasien baru tersebut merupakan anak-anak di bawah umur lima tahun‎, hanya satu anak dewasa yang terjangkit wabah Difteri,katanya.

“Sebelumnya pada Januari-November 2017 ada 12 pasien difteri, delapan di antaranya negatif dan empat positif, namun sudah pulih pascaperawatan tim medis,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto kepada awak media, Jumat (15/12/17).

Pasien tersebut saat ini masih menunggu hasil tes laboratorium terkait penyait yang dideritanya, apakah difteri atau penyakit lain. “Kami butuh watu sekitar 4-7 hari hingga hasil uji laboratorium keluar. Selama proses uji laboratorium ini, pasien kita sterilkan dengan antibiotik dan menempati ruang isolasi,” tuturnya.

Kusnanto mengatakan,seorang pasien positif difteri di Kota Bekasi pada 2016 diketahui meninggal dunia akibat keterlambatan proses penanganan medis. “Satu pasien difteri di Kota Bekasi meninggal tahun lalu, karena keterlambatan penanganan medis,” paparnya.

Kusnanto menambahkan, bertambahnya jumlah pasien diduga difteri di Kota Bekasi pada Desember 2017 terjadi pascaberedarnya kabar status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Jawa Barat yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan.

“KLB difteri ini melibatkan tiga provinsi, salah satunya Jawa Barat. Kota Bekasi adalah bagian dari Jabar, sehingga banyak masyarakat yang mengakses layanan kesehatan untuk melakukan pengecekan gejala penyakit yang serupa difteri,” katanya.

Sejak Jawa Barat dinyatakan KLB Difteri tahun ini, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang mengimbau kepada warga untuk melakukan imunisasi Difteri.

Pelaksanaan imunisasi massal dilakukan sejak 11 Desember 2017 dengan periode 1 sampai 6 bulan ke depan. Sasaran imunisasi tersebut adalah anak berusia 1-5 tahun dengan imunisasi PPT-HB-Hb sebanyak 67.123 anak, lalu usia 5-7 tahun dengan imunisasi DT sasaran sebanyak 13.303 anak, usia 7- 19 tahun dengan imunisasi Td sasaran 74.841 orang. “Hingga saat ini, pelaksanaan imunisasi massal sudah mencapai 32.057 orang,” imbuhnya.

Dalam SE Wali Kota tersebut, imunisasi dapat dilakukan di 39 puskesmas, 44 rumah sakit dan 1.546 posyandu Kota Bekasi‎.

Kusnanto menambahkan, sebagai langkah pencegahan terhadap korban jiwa, Dinkes Kota Bekasi menyediakan delapan rumah sakit rujukan khusus penanganan penyakit Difteri.

Adapun, delapan rumah sakit tersebut di antaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Kota Bekasi, RS Hermina, RS Awal Bross Bekasi Barat, RS Awal Bross Bekasi Timur, RS Mitra Keluarga Cibubur, RS Permata, RS Siloam Bekasi Timur dan RS Anna Medika. Delapan rumah sakit ini dipilih mewakili tiap-tiap wilayah Kecamatan.

“Rumah sakit tersebut wajib menyediakan ruang isolasi untuk menampung pasien dengan diagnosa positif Difteri dan “suspect” Difteri. Tapi dipersilakan juga ke rumah sakit lainnya. Ini hanya rumah sakit rujukan,” pungkasnya.(ASW)