PILAR BEKASI.COM (KAB.KEBUMEN) — Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri, aktivitas petasan kembali menjadi perhatian serius aparat keamanan dan pemerintah daerah. Tradisi menyalakan mercon yang kerap dianggap hiburan itu dinilai berbahaya dan berulang kali menimbulkan korban jiwa.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Kebumen menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Aula Setda Kebumen, Senin, 23 Februari 2026. Rapat dimulai pukul 09.30 WIB dan dihadiri Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polres Kebumen, Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, unsur TNI dari Kodim 0709 Kebumen, serta para camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Kebumen.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan bahwa pencegahan gangguan kamtibmas tidak cukup hanya dengan imbauan. Menurut Bupati, aparat pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa harus turun langsung ke masyarakat untuk melakukan edukasi sekaligus pengawasan. “Korban akibat petasan sudah banyak, sudah ditindak, tetapi masih terus terjadi. Karena itu, kita harus hadir sebelum masalah muncul,” ujar Lilis.
Selain petasan, Bupati juga menyoroti penyakit masyarakat lain seperti balap liar, peredaran minuman keras, serta aktivitas yang mengganggu ketentraman warga. Ia meminta penertiban dilakukan secara terukur dan konsisten, serta menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kebumen terhadap upaya Polri dalam menjaga keamanan wilayah.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, ledakan petasan yang terjadi di sejumlah daerah, seperti Grobogan dan Boyolali, harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di Kebumen.
Ia memerintahkan jajaran Reskrim dan Bhabinkamtibmas untuk segera mengaman kan warga yang memproduksi petasan secara ilegal.
Kapolres juga menyinggung kasus tawuran yang sempat terjadi di wilayah Sruweng, penanganan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Polri, tetapi membutuhkan peran aktif pemerintah desa, kecamatan, dan orang tua,pungkasnya.(Setyo)
