PILAR BEKASI.COM (Jakarta Utara) – Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu membuka Festival Anak Taqwa yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kota Bekasi bertempat di Taman Impian Jaya Ancol,Selasa (11/4) pagi.
Hadir pula pada kesempatan ini Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bekasi,Ketua PD IGRA Provinsi Jawa Barat,Ketua PD IGRA Kabupaten Bekasi,Kepala Seksi Pendidikan Madarasah Kemenag Kota Bekasi,Ketua PGTK Kota Bekasi.
Dalam sambutannya Wakil Wali Kota mengatanakan bahwa hari ini banyak melihat wajah-wajah ceria,wajah-wajah bahagia, wajah-wajah yang memang akan menjadi tumpuan masa depan Kota Bekasi dan Negeri kita tercinta ini.
“Saya maklumi acara Festival anak Taqwa ini tidak diselenggarakan di Kota Bekasi karena fasilitas yang terbatas, tapi mudah-mudahan pada kesempatan kedepan stadion dan sekelilingnya dapat dimanfaatkan untuk pertemuan anak-anak yang ceria,karena kemarin kita sudah bisa menyelenggarakan acara Dr. Zakir Naik sekitar 40 ribu penonton yang menyaksikan” ungkapnya.
Kita patut berterima kasih kepada guru di Raudhatul Athfal yang sedemikian sabar membimbing anak-anak kita yang memang mungkin tingkat kesulitan untuk membimbing jauh lebih sulit dari anak-anak yang sudah mengerti, ujarnya
“Karena memang ini masih awal dan masih belum mengerti apa-apa, padahal kita menyadari betul bahwa anak-anak kita hari ini adalah aset masa depan dan hari ini Allah SWT telah memberikan karunia kepada kota kita, negeri kita dengan banyaknya anak-anak ini orang sering menyebutnya Bonus Demografi” tambahnya.
Jadi didalam setiap perkembangan dan pergerakan kemajuan yang terjadi pada sebuah bangsa,bangsa yang mampu memanfaatkan bonus demografi ini bisa bangkit dan menjadi bangsa yang besar. Bonus demografi ini adalah sebuah keberkahan,dan keberkahan akan kita dapatkan bila kita bisa mempersiapkan anak-anak kita siap untuk menyongsong masa depan, imbuhnya
“Saya terharu dan yakin betul setelah tadi mendengar sedemikian banyak anak-anak yang membaca Surat An-Naba sedemikian lancar dan hafal dan saya yakin ketika mereka menjadi pemimpin nanti akan menjadi aset-aset pemimpin masa depan yang hafiz Qur’an,baik Wali Kota, Gubernur bahkan Presiden” uangkapnya.
Jadi Jangan kemudian diparadokskan bahwasannya ketika kita mengaji kita tidak bisa berprestasi,justru kedepan harus kita yakinkan betul kepada seluruh penduduk negeri ini bahwa kita yang memiliki kemampuan,baik menguasai nilai-nilai agama itulah yang berhak menjadi pemimpin-pemimpin di negeri yang mayoritas umat islam ini,karena itulah Sunnatulloh “Sesungguhnya Allah SWT mewariskan bumi nini kepada hamba-hambanya yang sholeh,” ungkapnya.
Tentu sekali lagi saya ingatkan untuk mempersiapkan aset-aset masa depan,saya yakin kalau ini dipersiapkan dengan sebaik-baiknya oleh bapak ibu sekalian khusunya guru-guru raudhatul atfhal, anak-anak kita akan bisa tampil menyongsong masa depan yang lebih baik,negeri ini akan bisa berubah dan itulah namanya keberkahan,tambahnya
“Ini tentunya akan memotivasi kita semua sebagai orang tua untuk mempersiapkan anak-anak kita di masa depan,akan tetapi jika kita tidak mempersiapkan generasi sekarang dengan baik,kita abaikan anak-anak ini jangan harap kita mendapatkan keberkahan, justru yang kita khawatirkan yang terjadi adalah bencana kemanusian” ujarmnya.
Kenapa bencana karena anak-anak kita tidak siap menyongsong masa depan, mereka akhirnya hanya menjadi penonton, bahkan menjadi konsumen atau mungkin hanya nongkrong-nongkong dipinggir jalan dan akhirnya terkena narkoba bahkan menjadi konsumen. Tambahnya
“Oleh karena itu Festival Anak Taqwa ini kita jadikan tempat untuk menampilkan bagaimana kualitas fisik, kualitas kemampuan akal dan kualitas akhlak anak-anak kita dan saya yakin anak-anak ini akan menjadi anak-anak nyang sholeh dan taqwa sesuai dengan namanya Festival Anak Taqwa” imbuhnya
Dalam akhir sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih dari Pemkot Bekasi kepada pengurus PD. IGRA Kota Bekasi atas diselenggarakan acara yang luar biasa ini dan permohonan maaf karena belum seluruhnya hal pada IGRA bisa di fasilitasi dengan baik dan juga guru-guru mungkin baru 800 lebih dengan insentif masih sangat jauh dari upah Kota Bekasi,tapi akan terus kita tingkatkan dari waktu ke waktu sesuai dengan kemapuan keuangan daerah kita (Sapta/gie).
