Polres Kebumen Gelar Tarawih dan Silaturahmi Ramadan

PILAR BEKASI.COM (KAB.KEBUMEN) — Polres Kebumen menggelar kegiatan Tarawih dan Silaturahmi Ramadan 1447 Hijriah/2026 di Gedung Tribrata Polres Kebumen, Senin (23/2/26).

Kegiatan ini juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum strategis untuk mempererat komunikasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat. “Melalui tarawih dan silaturahmi ini, kita rajut kebersamaan antara umara, ulama, dan warga dalam satu ikatan kekeluargaan,” ujar Faris Budiman, mewakili Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa, (24/2/26).

Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani, Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen Sutikno, perwakilan Pengadilan Negeri, Kodim 0709 Kebumen, pimpinan pondok pesantren, perwira Polres Kebumen, kapolsek jajaran, serta perwakilan anggota dan aparatur sipil negara Polres Kebumen.

Dalam sambutannya, Kompol Faris Budiman menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama Ramadan. Ia mengingatkan potensi gangguan seperti petasan, perang sarung, kenakalan remaja, hingga balap liar yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.

“Situasi kamtibmas yang kondusif bukan kebetulan, tetapi hasil doa para ulama dan kerja keras seluruh lapisan masyarakat,” kata Kompol Faris.

Wakapolres juga mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan, terutama saat meninggalkan rumah untuk beribadah, serta mengisi ruang digital dengan pesan-pesan sejuk yang mempersatukan.

“Jika pemerintah bersinergi, aparat mengayomi, dan ulama menyejukkan, maka Kebumen akan tetap solid dan aman,” ujarnya.

Sementara itu,Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran Polres Kebumen dalam menjaga keamanan daerah. Menurutnya, awal Ramadan ditandai dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, baik di masjid, mushala, maupun ruang publik, sehingga potensi kerawanan juga perlu diantisipasi.(Setyo)