Macan Tutul Masuk Permukiman Tawangmangu, Dievakuasi ke Solo Safari untuk Pemantauan

PILAR BEKASI.COM KARANGANYAR) — Seekor macan tutul jantan yang sempat berkeliaran di kawasan permukiman Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, akhirnya berhasil diamankan petugas, Selasa (3/3/2026). Satwa liar tersebut dievakuasi dalam kondisi hidup dan dibawa ke Solo Safari untuk menjalani observasi sementara sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Kemunculan predator dari kawasan hutan Gunung Lawu itu sempat memicu kekhawatiran warga. Selama beberapa hari terakhir, hewan buas tersebut dilaporkan terlihat di sekitar rumah penduduk, terutama di area yang berbatasan langsung dengan hutan.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyebut laporan masyarakat mulai diterima sejak tiga hingga empat hari sebelum proses evakuasi dilakukan. Menindaklanjuti aduan tersebut, BPBD berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Solo, Solo Safari, serta unsur Forkopimcam Tawangmangu untuk melakukan pemantauan.

Setelah memastikan posisi satwa, tim gabungan menggelar rapat koordinasi sekitar pukul 13.00 WIB dan memutuskan untuk segera melakukan tindakan evakuasi. Macan tutul tersebut diketahui bersembunyi di bawah cor beton salah satu rumah warga.

“Proses evakuasi dilakukan dengan metode pembiusan demi keamanan bersama,” ujar Hendro.

Area sekitar lokasi terlebih dahulu disterilisasi guna mencegah warga mendekat. Meski demikian, sejumlah warga tetap menyaksikan dari jarak aman proses penyelamatan satwa liar tersebut.

Evakuasi berlangsung lancar. Macan tutul kemudian dimasukkan ke dalam kandang khusus dan dibawa ke Solo Safari untuk pemeriksaan kondisi kesehatan.

Menurut Hendro, pemindahan ini bersifat sementara. Tim dokter hewan dan petugas konservasi akan memantau kondisi satwa tersebut sebelum diputuskan untuk dilepasliarkan kembali.

“Satwa dalam keadaan hidup dan stabil. Setelah dipastikan sehat, rencananya akan dikembalikan ke habitat aslinya,” katanya.

Sementara itu, Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, mengungkapkan kemunculan macan tutul di wilayah tersebut sebenarnya sudah terpantau sejak Sabtu (28/2) malam. Warga bahkan masih melihat keberadaan hewan tersebut hingga pagi hari sebelum evakuasi dilakukan.

Dari laporan yang diterima, diduga terdapat dua ekor macan tutul yang berada di sekitar permukiman, yakni induk dan anaknya. Enam ekor ayam milik warga dilaporkan hilang dan diduga menjadi mangsa satwa tersebut. Jejak kaki berukuran kecil yang ditemukan di sekitar lokasi memperkuat dugaan adanya anak macan tutul.

Hingga kini, petugas masih melakukan pemantauan lanjutan di kawasan perbatasan hutan untuk memastikan tidak ada satwa lain yang tersisa di sekitar permukiman warga.(Rhizal Anggoro)