Video Dirut Perumda AIF Tertidur Saat Rapat Pansus Viral, Bang Nico Soroti Etika dan Dugaan Motif Politis

PILAR BEKASI.COM (KOTA BEKASI) — Viral beredarnya video Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, yang tampak tertidur saat rapat Panitia Khusus (Pansus) 8 DPRD Kota Bekasi menuai sorotan publik. Rekaman berdurasi singkat tersebut telah memicu berbagai narasi, mulai dari kritik masyarakat hingga pembelaan terkait konteks kejadian yang sebenarnya.

Sorotan tajam datang dari mantan Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019–2024, Nicodemus Godjang. Pria yang akrab disapa Bang Nico itu mempertanyakan etika dan motivasi pihak yang merekam serta menyebarkan video dari rapat yang bersifat terbatas tersebut.

Pertanyakan Etika di Rapat Terbatas

Menurut Bang Nico, persoalan utama bukan hanya pada sosok yang terekam dalam video, tetapi pada pihak yang mengambil gambar dan menyebarkannya ke publik. Ia menilai tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pelanggaran etika kedewanan.

“Jika pelakunya adalah anggota dewan, motivasi penyebarannya harus diklarifikasi. Ini menyangkut etika dan berpotensi melanggar UU ITE,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Ia menegaskan, mekanisme teguran dalam forum resmi seharusnya dilakukan secara langsung, bukan melalui perekaman diam-diam yang kemudian diviralkan.

“Kalau memang ada peserta rapat yang tertidur, ya ditegur saja langsung di forum. Bukan malah direkam lalu disebar. Itu tidak etis sebagai wakil rakyat,” sambungnya.

Bedakan Rapat Terbuka dan Tertutup

Bang Nico turut menjelaskan bahwa rapat Pansus memiliki sifat internal, berbeda dengan sidang paripurna yang terbuka untuk umum. Oleh karena itu, ia menduga adanya kepentingan tertentu di balik viralnya video tersebut.

“Berbeda jika tertidur saat sidang paripurna yang memang terbuka. Ini kan rapat terbatas. Jelas sekali ada motif politisnya,” terang mantan Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi itu.

Desak BK DPRD Lakukan Klarifikasi

Melihat dinamika yang berkembang, Bang Nico meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bekasi segera turun tangan untuk mencari kejelasan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Jika ada yang tertidur saat rapat internal, tegur saja langsung. Jangan malah mendokumentasikan diam-diam lalu menyebarkannya,” tegasnya.(ASW)