PILAR BEKASI.COM (Jatiasih) –Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pelaksanaan Program Jamkesda melalui Kartu Sehat Berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan). Upaya ini dilakukan agar manfaat penggunaan ‘kartu sakti’ bidang pelayanan kesehatan ini semakin efektif.
“Program Kartu Sehat itu harus efektif. Kartu Sehat itu harus diketahui seluruh warga Kota Bekasi. Makanya saya sekarang turun menjelaskan, mana yang ditanggung Kartu Sehat dan mana yang tidak,” jelas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai Sosialisasi Pemanfaatan Karru Sehat yang digelar di Graha Girsang, Kecamatan Jatiasih, Kamis (25/10).
Menurut Wali Kota, pelayanan lesehatan yang tidak ditanggung oleh Kartu Sehat diantaranya terkait perawatan gigi dan kosmetik. “Kalau cuma sakit gigi ya ke Puskesmas saja, kalau cuma buang-buang air ya nanti ke Puskesmas saja, jadi jangan semuanya ke poli spesialis,” ungkapnya.
Wali Kota menyebutkan program Kartu Sehat juga sudah bekerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk pelayanan persalinan secara normal. “Kalau mau melahirkan, sekarang bisa ke bidan, atau untuk pelayanan PONED, sekarang di Puskesmas juga sudah ada,” katanya.
Wali Kota lalu menyebutkan Pemkot Bekasi akan memiliki empat unit rumah sakit tipe D, yakni di wilayah Kecamatan Pondokgede, Bantargebang, Jatisampurna dan Bekasi Utara yang akan melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Dengan demikian masyarakat tidak selalu berorientasi untuk berobat ke rumah sakit swasta sehingga lebih efisien.
Sekedar diketahui, sosialisasi pemanfaatan Kartu Sehat Berbasis NIK ini diikuti aparatur dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan, Pondokgede, Pondokmelati, dan Jatisampurna, serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Nampak hadir dalam kegiatan ini, yakni Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati, Direktur Utama RSUD Kota Bekasi dan pihal manajemen dari sejumlah rumah sakit swasta. (ASW)
