PILAR BEKASI.COM (Bekasi Selatan) – Atlet Kyokushin dari 23 Negara ikuti kejuaraan 5TH World Cup Kyokushin Karate Championships di Hotel Horison Kota Bekasi,Jawa Barat,pada 11-12 November 2017.
Dalam pembukaan Kejuaraan 5TH World Cup Kyokushin
Karate Championships di Hotel Horison Kota Bekasi,Jawa Barat,pada 11-12 November 2017 dihadiri oleh Perwakilan Menpora,Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Drs. Tedi Hafni Tresnadi,M.Si,Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi dan beberapa perwakilan dari 23 Negara yang ikut Kejuaraan 5TH World Cup Kyokushin
Karate Championships.
Ketua Panitia Kejuaraan 5TH World Cup Kyokushin Karate Championships,Shihan MS Dadang dalam sambutannya mengatakan Kejuaraan ini diikuti oleh 23 negara dan ada beberapa negara yang membatalkan ikut dalam kejuaraan ini.
Dadang juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Manajemen Horison Bekasi yang memfasilitasi acara ini. “Kejuaraan Dunia Kyokushin ini adalah implementasi kegiatan rutin empat tahunan kami.Piala dunia pertama digelar di Osaka, kedua di Okinawa,ketiga di Kazakstan dan keempat Jerman. Untuk yang kelima tahun ini kita laksanakan di Kota Bekasi,” paparnya.
Pada Komite Kyokushin Union mengangkat tema “Spirit Kyokushin Menuju Perdamaian Dunia”. Adapun kategori yang dipertandingkan,di antaranya kelas 70 kg, 80 kg,dan 80 kg bebas pada kategori Kumite Putra.Lalu kelas 56 kg, 65 kg,dan 65 kg bebas pada kategori Kumite Putri. Terakhir, kategori Kata putra/putri dan -60 tahun putra/putri.
Sementara itu,Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Drs. Tedi Hafni Tresnadi,M.Si menyampaikan kegiatan kejuaraan dunia ini sukses dalam kegiatan dan bisa meraih prestasi.
Tedi pun berharap kejuaraan dunia ini bisa berjalan dengan baik dan lancar dan tidak ada hal-hal yang kita tidak inginkan.”Mudah-mudahan kedepan kejuaraan dunia seperti ini bisa berjalan yang lebih baik lagi dan tentunya semua itu harus dipersiapkan yang lebih baik lagi,”harap pria yang pernah menjabat Sekretaris Pemadam Kebakaran Kota Bekasi.
Kejuaraan dunia ini harus menjujung tinggi sportifitas,siapa saja boleh menjadi juara akan tetapi tidak boleh menghalalkan berbagai cara. Kejuaraan dunia ini berjalan dengan jujur serta para atlit harus mendukung keputusan yang sudah diberikan oleh dewan juri,pungkasnya.(Sapta)
