Gunakan KS Berbasis NIK, Operasi Caesar Istri Anggota FBR G 0124 Tanpa Biaya

PILAR BEKASI.COM (Jatiasih) – Anggota Forum Betawi Rempug (FBR) gardu 0124 Jatirasa,dirinya sangat terbantu sekali proses persalinan istrinya di RS Kartika Husada Jatiasih.Dirinya pun mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi,atas manfaat Kartu Sehat berbasis NIK,yang digalakan belakangan ini.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Forum Betawi Rempug (FBR) gardu 0124 Jatirasa,Heri saat dijumpai pilarbekasi.com,Kamis (3/8/2017).

Menurut pria yang akrab disapa kentung,ia merasa bangga telah memiliki kartu sakti yang diluncurkan Pemkot Bekasi, sejak awal Januari 2017 kemarin.
“Alhamdulillah sekali persalinan operasi caesar istri saya di RS Kartika Husada Jatiasih,tidak mendapat kendala sedikit pun.Bahkan dia merasa di istimewakan, dengan menggunakan Kartu Sehat NIK tersebut.”tuturnya.

Heri mengakui,ketika istrinya sudah hamil sembilan bulan ia membuat Kartu Sehat berbasis NIK dibantu oleh salah satu hamba Allah.”Pada saat istri saya dibawa oleh saya ke RS Kartika Husada Jatiasih,saat saya daftar untuk operas caesar menggunakan jaminan kesehatan yang di berikan Wali Kota Bekasi itu, yakni Kartu Sehat NIK dan pihak di RS Kartika Husada Jatiasih pun menerima dirinya tanpa proses yang di persulit, serta saya di perlakukan sangan manusiawi dengan pihak rumah sakit, dengan menggunakan kartu sehat ini,” paparnya.

Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Wali Kota Bekasi, yang telah bersedia memikirkan kepentingan kesehatan warganya, dengan kartu sehat ini,ungkapnya.

Syukur kepada Allah SWT, operasi Caesar di Sabtu malam berjalan lancar, ditandai dengan kelahiran anak kedua kami, seorang putera yang gagah dan berbobot jumbo. Dokter yang terlibat dalam operasi Caesar itu pun mengucapkan selamat atas kelahiran anak kami.Di sini, di tengah campur-aduk kebahagiaan sore itu, saya pun mulai was-was dengan biaya perawatan.Kembali terngiang, apakah betul pelayanan sebaik ini akan benar-benar gratis? Lalu, kalau memang tidak gratis, berapa biaya yang harus saya bayarkan? Sebab, saya sebelumnya mendengar kalau operasi Caesar itu sangat mahal,katanya.

Saya pun menanyakan kepada administrasi untuk menghilangkan was-was dengan biaya perawatan,kembali saya berpikir,kemungkinan biaya selama perawatan akan diberitahukan di loket administrasi.Saya sudah siap seandainya pihak RS membebankan biayanya. Di sinilah puncak kekaguman saya terhadap Kartu Sehatan berbasis NIK. Sebab pihak loket administrasi mengatakan tidak ada biaya sepeser pun yang ditagihkan,terang Heri.

Saya sempat tidak percaya,lantas menanyakannya kepada petugas administrasi.Jawabannya tetap sama, memang sama sekali tidak ada biaya. Wah, saya geleng-geleng kepala pertanda takjub sekaligus bangga. Rupanya, Pemerintah Kota Bekasi,khususnya Wali Kota Bekasi,Rahmat Effendi sudah benar-benar hadir di tengah masyarakatnya dan saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Wali Kota Bekasi, yang telah bersedia memikirkan kepentingan kesehatan warganya, dengan Kartu Sehat berbasis NIK ini,pungkasnya.(Sapta)