PILARBEKASI.COM (Bekasi Barat) – Memastikan Program Pembangunan Partisipatif Berbasis Komunitas (P3BK) berjalan baik,Lurah Kota Baru, Diani Aprijanti melihat langsung ke lokasi. Proyek yang dipantau langsung adalah pembangunan rumah tidak layak huni.
Saat ini ada 5 titik pembangunan saluran air. Yakni di RW 1,8,10,11,12.Semuanya dikerjakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Lurah Kota Baru,Diani Aprijanti mengatakan,dalam tahap pertama pihak P3BK mendapat anggaran Rp20 juta persatu rumah tidak layak huni dan selanjutnya anggaran tersebut digunakan untuk membangun rutilahu.
“Dalam pengerjaannya kita bekerjasama,karena kita mengerjakan atas ajuan warga. Sebelumnya KSM sudah memberikan data-data yang kemudian dilakukan pengecekan oleh pihak kami dan kelurahan. Setelah semua layak mendapatkan bantuan P3BK, baru kita kerjakan bersama-sama,” jelas Diani kepada pilarbekasi.com,Minggu (9/7/2017) via telpon.
Diani pun menjelaskan,anggaran perbaikan rumah dari P3BK sebesar Rp20 juta kemudian ditambah swadaya warga, ada juga memberikan makanan dan bantu tenaga.”Anggaran P3BK digabungkan dengan dana swadaya masyarakat,jadi anggaran untuk pembangunan bertambah tidak berkurang,” paparnya.
Ia menegaskan,pihaknya akan memantau terus kegiatan pembangunan infrastruktur di wilayahnya.”Tidak asal percaya juga dengan KSM,kita lihat pembangunannya sesuai tidak dengan anggaran yang dikucurkan. Kalau dikerjakan tapi hasilnya masyarakat tidak merasakan kan percuma juga,” tegasnya.
Diani pun berharap dengan adanya pembangunan infrastruktur,masyarakat merasakan hasilnya.”Kita inginkan program P3BK dapat menyentuh langsung kepada masyarakat. Sehingga, sedikit demi sedikit dapat berkurang. Seperti jalan rusak dan rumah warga yang layak huni. Saya berharap program ini dirasakan masyarakat banyak,” tutupnya.(Sapta)
