PILAR BEKASI.COM (Bekasi Selatan) – Wali Kota Bekasi,Dr. Rahmat Effendi pada hari Jum’at (28/4/2017) malam hadiri ke acara silaturahmi dengan RW 19 Perumahan Pulo Permatasari, Kecamatan Bekasi Selatan.
Selain itu pun turut hadir Asisten Pemerintahan,Dinar Faizal Badar, Kepala Dinas PUPR,Tri Adhianto. Silaturahmi ini diadakan karena adanya keluhan warga yakni mengenai dampak banjir akibat pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon.
Audiensi dengan warga Perumahan Pulo Permatasari ini menjadi temu warga kedua yang sebelum yang dilakukan dengan warga Perumahan Taman Cikas yang juga sama mengeluh karena terjadi dampak banjir dari pembangunan tersebut.
Pada kesempatannya Wali Kota yang memberikan sambutan menjelaskan bahwa pembangunan Grand Kamala Lagoon telah berdiskusi mengenai dampak wilayah,tidak hanya di Perumahan Pulo Permatasari,di sekitar nya juga ada taman cikas,serta area villa Galaxy,dan juga Pondok Timur Mas yang juga terkena dampak banjir,tuturnya.
Menurutnya memang perumahan cikas sudah menjadi langganan banjir hampir satu minggu 3 kali banjir namun menurut warga setelah adanya pembangunan Apartemen GKL hujan sedikit saja sudah menggenangi perumahan tersebut.Walau di Grand Kamala Lagoon ada waduk yang menampung air,akan tetapi resapan air nya tidak sampai dan telah dibangun Poulder air Cikas akan tetapi tetap tidak menjadi solusi.Ungkapnya.
Wali Kota Bekasi juga menyampaikan solusi yang akan membentuk tim dari Pemerintah Kota Bekasi,Perwakilan dari Grand Kamala Lagoon dan 2 orang warga baik dari Perumahan Cikas,PTM, PPS dan Taman Galaxy yang ada di sekitar area tersebut,dari terbentuknya tim tersebut akan menghasilkan hasil terbaik.
“Jangan memikirkan diri sendiri dengan pendirian apartemen yang telah di ijinkan,namun saya harus juga mendengarkan keluhan warga di sekitar tersebut,” tegas Wali Kota.
Perumahan Pulo Permata Mas akan mendapatkan 2 buah mobil dump truck dan 2 mobil lagi untuk Perumahan Taman Cikas yang akan berguna untuk mengangkut sampah seminggu 3 kali karena di wilayah tersebut hanya sekali seminggu diangkutnya.”Wali Kota menegaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk membuat surat untuk Dinas Kebersihan DKI Jakarta agar meminta 5 buah Dum Truck sampah yang telah bersedia memberikan mobil tersebut untuk Kota Bekasi,” tegasnya. (Sapta/Ndoet)
